Saturday, June 30, 2012

Komposisi Pemain Juga Tentukan Kesuksesan Warriors


Manila - Indonesia Warriors akhirnya berhasil keluar sebagai juara di kompetisi ABL musim ketiga. Komposisi pemain yang lebih bagus daripada musim sebelumnya juga menjadi salah satu penentu kesuksesan mereka.

Warriors menjuarai ABL musim ini setelah menundukkan tim Filipina, San Miguel Beermen, di babak final dengan skor 2-1 dalam sistem best of three. Keberhasilan mereka terasa lebih indah karena dipastikan dengan kemenangan dalam laga penentuan di kandang Beermen.

Setelah kalah 83-86 di game pertama, menang 81-61 di game kedua, tim besutan Todd Purves ini menang 78-76 di game penentuan, Sabtu (30/6/2012).

Menurut Rony Gunawan, Warriors bisa juara karena punya pemain-pemain yang lebih oke daripada musim pertama dan kedua.

"Tahun ini, komposisi pemain lebih bagus, baik lokal maupun asingnya. Jadi, tim ini sangat bagus tahun ini," ungkap Rony di Manila, Sabtu (30/6/2012).

Di tengah musim, Warriors mendapatkan tambahan tenaga pemain asing baru dalam diri Evan Brock dan Stanley Pringle. Selain itu, menjelang akhir musim, Arki Dikania Wisnu dan Christian Ronaldo Sitepu juga bergabung dengan tim. Karena pemain-pemain tersebut cepat menyatu dengan Warriors, tim pun makin tangguh.

"Kuncinya kita cepat beradaptasi dengan pergantian pemain di tengah musim. Di ABL ini, (komposisi) pemain sangat berperan penting, terutama pemain asing. Peran mereka sangat vital sekali," ujar Rony.

Kesuksesan Warriors sempurna dengan keberhasilan Evan Brock tampil sebagai MVP final dan pelatih Todd Purves menjadi pelatih terbaik ABL musim ini. Purves sendiri mengatakan, Warriors tidak memenangi laga final dengan mudah. Ia bahkan memuji organisasi permainan dari Beermen.

"Saya angkat topi untuk (pelatih Beermen) Bobby Parks dan organisasi permainan Beermen. Organisasi permainan mereka kelas dunia," kata Purves.


Via: Komposisi Pemain Juga Tentukan Kesuksesan Warriors

Buffon Yakin Ulangi Memori 2006


KIEV, KOMPAS.com - Kiper Italia, Gianluigi Buffon, optimistis dapat mengulang memori 2006 ketika berhasil meraih gelar juara di Piala Dunia. Hal itu diungkapkannya saat konferensi pers menjelang laga final Piala Eropa 2012 melawan Spanyol, Minggu (1/7/2012).

"Jelas ini sangat sama dengan emosi dan keyakinan (Piala Dunia 2006). Meski hasilnya sama atau tidak, Anda hanya harus menunggu dan lihat nanti. Ketika Anda memulai perjalanan dalam turnamen ini, akan ada banyak kebetulan dan analogi," ungkap Buffon seperti dilansir Football Italia.

Buffon juga menyoroti pertemuan terakhir melawan Spanyol di babak penyisihan Grup C. Ketika itu, "Gli Azzurri" berbagi poin dengan "La Furia Roja" setelah bermain imbang 1-1.

"Aku mengatakan, kita tidak akan menang (dengan Spanyol di babak penyisihan) karena menurutku di Piala Eropa banyak tim memulai dengan cara yang superior. Masalahnya sekarang, adalah kita akan bertemu lagi dengan mereka besok. Tetapi, setidaknya kami akan memulai laga dengan skor 0-0," kata Buffon.

"Spanyol mempunyai banyak pemain hebat, dari kiper, bek, gelandang hingga penyerang. Mereka semua sangat berperan untuk kesuksesan Spanyol di enam tahun terakhir. Mereka telah mendominasi sepak bola dunia," tuturnya lagi.

Meski demikian, Buffon tetap yakin dapat meraih hasil maksimal dalam laga nanti. Menurut pemain berusia 34 tahun ini, meski Spanyol tim kuat dan favorit juara, bukan berarti Italia akan mudah menyerahkan gelar yang sudah di depan mata tersebut.

"Aku rasa ini saat yang tepat bagi tim terbaik dengan talenta tinggi untuk menang. Spanyol mempunyai kesempatan lebih besar untuk menang, setelah menjalani empat tahun yang hebat dengan kepercayaan diri yang kuat," ucapnya.

"Tetapi, Italia juga dapat mengejutkan. Jadi, kami harap dapat terus mengejutkan hingga akhir nanti," tegas Buffon.


Via: Buffon Yakin Ulangi Memori 2006

Balotelli Incar Sepatu Emas


KIEV, KOMPAS.com - Penyerang Italia, Mario Balotelli, berhasrat mencetak gol ke gawang Spanyol dalam babak final, Minggu (1/7/2012), agar dapat menjadi top scorer di Piala Eropa kali ini.

Balotelli kini bersanding di daftar pemain tersubur dengan torehan tiga gol bersama Mario Gomez (Jerman), Alan Dzagoev (Rusia) dan Mario Mandzukic (Kroasia). Pemain berusia 21 tahun itu berpeluang menjadi top scorer tunggal jika dapat membobol gawang kiper Iker Casillas dalam laga nanti, mengingat para pesaingnya sudah tersingkir.

"Akan luar biasa jika memenangkan final dengan mendapatkan keinginanku (menjadi top scorer) itu. Akan tetapi, jika kami menang dan aku tidak mencetak gol juga tentunya akan sama luar biasa-nya," ujar Balotelli seperti dilansir Football Italia.

"Aku sangat senang saat ini dan aku harap akan lebih bahagia Minggu nanti. Kami sudah mencapai final, dan harus ada satu dari dua tim terbaik menang dalam turnamen ini. Karena itu, kami harus menuju ke Kiev untuk meraih kemenangan," tegasnya kemudian.

Pada laga finanl nanti, Super Mario --sapaan Balotelli-- sangat mungkin bertemu dengan rekan satu klubnya di Manchester City, David Silva. "Aku mengenal baik, karena dia (Silva) adalah rekanku dan kami bermain bersama di laga pertama. Jadi, pertandingan nanti akan sangat menyenangkan," kata Balotelli.


Via: Balotelli Incar Sepatu Emas

Lawan Italia, Prandelli Tak Pertimbangkan 3-5-2


KIEV, KOMPAS.com - Pelatih Italia, Cesare Prandelli, mengungkapkan "Gli Azzurri" akan mempersiapkan strategi berbeda untuk melawan Spanyol di babak final, Minggu (1/7/2012). Italia, kata dia, tidak akan menggunakan formasi 3-5-2 yang selama ini selalu menjadi andalan.

Formasi tersebut sebelumnya digunakan Italia ketika menjalani penyisihan Grup C, termasuk saat bermain imbang 1-1 melawan Spanyol. Prandelli memainkan lima gelandang sekaligus untuk mengimbangi lini tengah "La Furia Roja" yang cukup berbahaya.

"Sejujurnya, tidak (gunakan 3-5-2), saya belum mempertimbangkannya. Kami tentunya akan mempertahankan keseimbangan di beberapa laga terakhir, meskipun di tengah pertandingan bisa saja kami mengubah taktik menjadi 3-5-2, jika kami mau," ungkap Prandelli seperti dilansir Football Italia.

Prandelli mengatakan, Spanyol bukanlah tim yang hanya unggul dalam penguasaan bola. Akan tetapi, pertahanan Gerard Pique dan kawan-kawan pun terorganisir bahkan beberapa kali juga dapat memenangkan pertarungan merebut bola di lini tengah.

"Spanyol adalah salah satu tim terbaik di dunia. Selama bertahun-tahun, mereka selalu mempertahankan karakteristik dan pendekatannya. Kami selalu mengatakan bahwa mereka adalah tim yang ingin kami kalahkan," katanya.

"Untuk strategi, kami harus tetap bermain secara baik dan menunggu waktu tepat untuk menciptakan keunggulan di lini tengah. Tidak terlalu sombong, jika mengatakan bahwa kami akan mengontrol lapangan tengah, meskipun kami cukup menghormati Spanyol. Kami akan mencoba untuk memanfaatkan berbagai peluang kami di laga nanti," tegas Prandelli.


Via: Lawan Italia, Prandelli Tak Pertimbangkan 3-5-2

Buffon: Prandelli Sukses "Jinakkan" Balotelli


KIEV, KOMPAS.com - Kiper Italia, Gianluigi Buffon, mengapresiasi penampilan gemilang striker Mario Balotelli dalam beberapa laga terakhir "Gli Azzurri" dan menurutnya hal itu berkaitan dengan pelatih Cesare Prandelli.

Balotelli sebelumnya sempat dikritik karena dinilai banyak melawatkan peluang mencetak gol, terutama saat melawan Kroasia di penyisihan Grup C. Akan tetapi, penyerang Manchester City itu bangkit dan tampil gemilang dengan mencetak dua gol kemenangan Italia atas Jerman di babak semifinal.

"Mario (Balotelli) telah bermain sangat baik karena dia mempunyai semua kualitas yang hebat, dan ini adalah awal yang baik untuk kariernya. Dia telah menemukan pelatih hebat (Prandelli), yang membuatnya menjadi pemain yang lebih baik," ujar Buffon.

"Tetapi jelas, poin utama kemajuan itu berasal dari dirinya sendiri, karena dia telah berkerja keras mencapai level ini," kata Buffon.

Adapun, dua gol itu membuat Balotelli menjadi pemain pertama Italia yang mencetak tiga gol dalam satu turnamen Euro sepanjang sejarah. Bahkan, ia berpeluang menjadi top scorer karena mampu memupus harapan Mario Gomez, karena setelah Jerman tersingkir, koleksinya mandek di angka tiga gol.

Torehan yang sama juga diraih Mario Mandzukic (Kroasia) dan Alan Dzagoev (Rusia). Akan tetapi, kedua bomber itu malah sudah angkat koper di penyisihan grup. Dengan demikian, raihan trigol Balotelli masih dapat bertambah jika mampu membobol gawang Spanyol di final di Stadion Olimpiade Kyiv, Minggu (1/7/2012).


Via: Buffon: Prandelli Sukses "Jinakkan" Balotelli

Capello Merapat ke Rusia


ROMA, KOMPAS.com - Fabio Capello dikabarkan akan segera melatih tim nasional Rusia. Menurut Football Italia, pelatih berusia 66 tahun itu, tengah melakukan negosiasi dengan Federasi Sepak bola Rusia (RFU).

Rusia ditengarai akan merombak struktur organisasi sepak bolanya karena kegagalan lolos dari fase grup Piala Eropa 2012. Diunggulkan lolos dari Grup A, tim "Beruang Merah" justru takluk di tangan Yunani di partai terakhir penyisihan grup dan gagal melaju ke perempat final.

Presiden RFU, Sergey Fursenko, Selasa (26/6/2012), mengundurkan diri karena kegagalan tersebut. Sementara, Pelatih Rusia, Dick Advokad pun tampaknya akan meninggalkan skuadnya untuk kembali ke PSV Eindhoven musim panas mendatang.

Sejumlah media lokal di Rusia juga menyebut Capello sebagai kandidat utama pelatih baru timnas. Mantan pelatih timnas Inggris itu, diharapkan dapat mengikuti keberhasilan pelatih asal Italia, Luciano Spalleti di Zenit St. Petersburg.


Via: Capello Merapat ke Rusia

Blanc-Perancis Tak Lanjutkan Kerja Sama


PARIS, KOMPAS.com - Laurent Blanc tak akan memperpanjang kontrak sebagai pelatih tim nasional Perancis. Demikian disampaikan Blanc dan Federasi Sepak Bola Perancis (FFF), Sabtu (30/6/2012).

Blanc melatih Perancis pada 1 Juli 2010 dengan kontrak hingga 30 Juni 2010. Menurut AFP, saat itu FFF sebetulnya menawarkan kontrak berdurasi empat tahun, tetapi Blanc menolak karena menilainya terlalu dini untuk menyepakati kontrak untuk periode sepanjang itu.

"Laurent Blanc menghubungi Presiden FFF Noel Le Graet untuk menyampaikan keputusannya bahwa ia tak akan meminta kontraknya sebagai pelatih tim nasional diperbarui," demikian pernyataan FFF.

Soal kontrak baru, Blanc dan FFF sudah bertemu pada Kamis (28/6/2012). Pembicaraan saat itu tak berlangsung hingga tuntas dan pertemuan Sabtu (30/6/2012) merupakan lanjutannya.

Dalam surat yang dikirim ke Kantor Berita AFP, Blanc mengatakan, dirinya memutuskan tak memperbarui kontrak karena dirinya dan Le Graet tak memiliki kesamaan pandangan soal pengelolaan tim nasional Perancis dua musim mendatang.

"Dalam diskusi (dengan Graet) pada 28 Juni lalu, kami tak bisa mencapai kesepahaman soal manajemen tim nasional Perancis untuk dua musim mendatang," ujar Blanc.

"Dalam kondisi ini dan setelah mempertimbangkan masalah tersebut, saya menyampaikan kepadanya, hari ini Sabtu (30/6/2012), keputusan saya adalah tidak menginginkan kontrak saya saat ini diperbarui," lanjutnya.


Via: Blanc-Perancis Tak Lanjutkan Kerja Sama

Bukan Kemenangan Mudah buat Warriors


Manila - Indonesia Warriors akhirnya tampil sebagai juara ASEAN Basketball League (ABL) musim ketiga. Namun, untuk memastikan gelar tersebut, Warriors harus melalui perjuangan yang tidak mudah.

Warriors bertemu dengan San Miguel Beermen di babak final yang memakai sistem best of three. Setelah kalah 83-86 di kandang Beermen, Warriors membalas di game kedua yang digelar di Jakarta dengan skor mencolok 81-61. Karena kedudukan sama kuat, game ketiga pun terpaksa dihelat.

Dalam pertandingan game ketiga di Ynares Sports Arena, Pasig City, Manila, Sabtu (30/6/2012), Beermen yang tampil di hadapan dukungan publiknya sendiri langsung tampil menekan. Mereka sempat unggul lima poin, namun tembakan tiga angka Jerick Uy Canada membuat Warriors berbalik unggul 15-13. Setelah itu, Warriors menutup kuarter pertama dengan 19-13.

Di kuarter kedua, Beermen mencoba untuk mengejar. Namun, Warriors masih bisa menjaga jarak dan menambahkan 19 poin untuk memimpin 38-33.

Usaha Beermen untuk menyamakan kedudukan baru berhasil di awal kuarter ketiga saat tembakan Christhoper Banchero membuat skor jadi 38-38. Bahkan, beberapa saat kemudian Willard Crew membawa Beermen memimpin dua poin. Namun, tak lama kemudian Warriors unggul lagi lewat tembakan tiga angka Joseph Salangsang. Setelah itu, tim tamu mulai menjauh dan unggul jauh 64-53 di akhir kuarter.

Kuarter keempat berjalan seru sekaligus menegangkan. Beermen kembali memangkas selisih poin menjadi dua angka dalam kedudukan 69-71 saat pertandingan tinggal tersisa 2 menit 14 detik.

Saat waktu tinggal tersisa 17 detik lagi, Warriors juga cuma unggul 78-76. Mereka makin tegang karena dua lemparan bebas Evan Brock di momen selanjutnya tak masuk keranjang. Beruntung buat mereka, usaha Beermen untuk menyalip lewat tembakan tiga angka Nicholas Fazekas gagal. Warriors pun menang 78-76 dan berhak mengangkat piala.

Seusai pertandingan, pelatih Warriors, Todd Purves, mengakui bahwa game ketiga ini berjalan tidak mudah. Dia pun tak sungkan memuji Beermen.

"Ini masih merupakan pertandingan yang sangat ketat. San Miguel sangat 'Brasil', sangat terlatih," ucapnya.

"Saya angkat topi untuk
Via: Bukan Kemenangan Mudah buat Warriors

Tristan Alif Dipersiapkan Menuju Anfield


JAKARTA, KOMPAS.com - Di tengah-tengah kedatangan Josep Guardiola ke Indonesia, terdapat sosok yang tak kalah mencuri perhatian. Dialah Tristan Alif Naufal. Bocah berusia 7 tahun itu dianggap memiliki bakat menjadi pemain sepak bola di masa depan.

Alif juga sempat menunjukkan kebolehannya mengolah si kulit bulat. Guardiola sempat dibuat terpukau oleh aksi bocah yang saat ini menimba ilmu sepak bola di Liverpool Academy Indonesia itu.

Tak ingin bakat Alif sia-sia, pihak Liverpool Academy Indonesia telah memiliki rencana matang untuknya. Semua itu dilakukan agar Alif memiliki kesempatan untuk menjadi bagian dari pengembangan pemain belia Liverpool di Inggris.

"Alif kami proyeksikan untuk mengikuti trial di Inggris ketika berusia 10 tahun. Karena saat ini dia baru berusia 7 tahun, kami akan terus memantau perkembangannya," jelas Humas Liverpool Academy Indonesia, Qatrunnada Salma, di Jakarta, Sabtu (30/6/2012).

"Banyak program yang akan dijalani Alif. Dia saat ini sedang belajar bahasa Inggris dan kami juga terus memantau kondisi fisik serta gizi Alif," sambungnya.

Pihak Liverpool sendiri juga mengikuti perkembangan Alif. Jika terus menunjukkan perkembangan signifikan, mungkin saja Alif bisa menjadi salah satu bocah asal Indonesia yang menimba ilmu di Anfield beberapa tahun mendatang. Terus berjuang, Alif!


Via: Tristan Alif Dipersiapkan Menuju Anfield

Inter Pernah Menarik Balotelli Kembali


MILAN, KOMPAS.com - Pemilik dan Presiden Inter Milan, Massimo Moratti, mengungkapkan, pihaknya pernah berusaha menarik Mario Balotelli lagi ke San Siro. Namun, Manchester City sebagai pemiliknya menolak.

Balotelli besar di akademi sepak bola Inter Milan. Dia mulai dipromosikan ke tim senior saat Inter masih dilatih Roberto Mancini. Di bawah Pelatih Jose Mourinho, Balotelli belum diberi banyak kesempatan. Pada Agustus 2010, Mancini merekrutnya ke City. Saat itu, ia ditransfer 22 juta euro (sekitar Rp 261,5 miliar).

Balotelli terus berkembang sebagai pemain hebat. Bahkan, dia baru saja menjadi bintang Italia. Ia mencetak dua gol di semifinal Piala Eropa 2012 saat Italia melawan Jerman. Italia pun menang 2-1 dan lolos ke final.

"Saya bahagia buat Mario karena akhirnya dia menemukan rumahnya, Italia. Apalagi, rasanya dia sudah dicintai setiap orang Italia seperti yang ia inginkan," kata Moratti kepada La Gazzetta dello Sport.

"Ini seperti sebuah penaklukkan. Dalam pelukan ibunya setelah pertandingan, Anda bisa melihat segala yang pernah saya katakan. Itu sebuah konfirmasi atas seseorang yang akhirnya menyaradi dia tak akan menyia-nyiakan bakatnya," lanjut Moratti.

Moratti juga membantah jika pihaknya menyesal karena telah melepaskan Balotelli, meski berusaha mendapatkannya lagi. "Benar, Inter pernah ingin memiliki Balotelli lagi, tapi ditolak Manchester City. Jika ada penyesalan di diri saya, itu karena melepaskan Andrea Pirlo ke AC Milan," akunya.

"Balotelli adalah anak yang kompleks. Tapi, di atas segalanya ia adalah bakat hebat dan di Piala Eropa 2012 dia membuktikannya di depan mata dunia di pentas internasional," ujarnya.

Dilaporkan, usaha Inter untuk mendapatkan Balotelli lagi dilakukan dua bulan lalu. Hal itu diakui Moratti.

"Saya tak malu mengakui menginginkan Balotelli lagi. Saya akan bahagia untuk memilikinya lagi. Tapi, Macnhester City yang punya hak atasnya dan mereka ingin mempertahankannya," jelasnya.

Selain Balotelli, Pirlo juga tampil menawan di Piala Eropa 2012. Sebelumnya, ia telah menunjukkan sentuhan mautnya dengan membawa Juventus menjuarai Liga Serie-A musim 2011-12. Dia sebelumnya pemain Inter Milan yang kemudian dijual ke AC Milan. Ternyata, Milan akhirnya melepaskannya ke Juventus.

"Apakah saya menyesal dulu menjual Pirlo? Jika kami menyesal, bagaimana dengan perasaan AC Milan?" sindir Moratti.

"Dia pemain hebat. Seseorang yang berumur 30-an tahun tapi bermain seperti berumur 16 tahun. Karakter dan kemampuannya untuk membuat sesuatu menjadi mudah sangat mengagumkan, terutama setiap gerakannya untuk tim dan tak pernah untuk dirinya sendiri," puji Moratti.


Via: Inter Pernah Menarik Balotelli Kembali

Guardiola Terpukau kepada Bocah Indonesia


JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Pelatih Barcelona, Josep "Pep" Guardiola, dibuat terpukau oleh aksi bocah asal Indonesia, Tristan Alif. Bersama Guardiola, Tristan juga turut hadir dalam acara bertajuk "Sportacular Edisi Spesial 'Pep' Guardiola" di lobi depan RCTI Jakarta, Sabtu (30/6/2012).

Tristan menunjukkan sedikit keahliannya bermain sepak bola. Juggling kaki Tristan yang diakhiri menghentikan bola menggunakan pundak, membuat Guardiola tersenyum.

"Barcelona mungkin bisa memberikan tawaran untuk bocah ini," jawab Guardiola.

"Dia memiliki skill yang bagus. Penting bagi pemain seusianya bisa melakukan juggling seperti itu," lanjutnya.

Guardiola lantas memberikan sedikit masukan bagi pemain-pemain usia dini yang ingin berkarier sebagai pemain profesional. "Intinya, pemain-pemain muda harus terus berlatih, berlatih, dan berlatih. Jika itu dilakukan dengan baik, maka besar kemungkinan pemain itu bisa berkembang," tutupnya.


Via: Guardiola Terpukau kepada Bocah Indonesia

Balotelli Menangis Bersama Ibunya


WARSAWA, KOMPAS.com - Ibu angkat Mario Balotelli, Silvia Balotelli, mengungkapkan bahwa striker Italia tersebut menangis setelah pertandingan lawan Jerman. Itu sangat jarang terjadi. Terakhir kali Balotelli menangis karena Jose Mourinho.

Balotelli menjadi bintang Italia dengan mencetak dua gol di semifinal Piala Eropa 2012, Kamis atau Jumat (29/6/2012) dini hari WIB. Dua gol itu membawa Italia menang 2-1 dan lolos ke final.

Setelah pertandingan usai, para pemain Italia langsung berkumpul dan merayakan kesuksesan itu. Namun, tidak dengan Balotelli. Dia berjalan menuju tribun untuk mendekati ibu angkatnya, Silvia. Ia kemudian mencium ibunya.

"Sangat sulit melihat Mario menangis. Terakhir kali dia menangis mungkin karena Jose Mourinho," kata Silvia kepada La Gazzetta dello Sport. Namun, dia tak menyebutkan apa yang dilakukan Mourinho hingga Balotelli menangis.

"Ketika merasa kesulitan, diserang, atau dikhianati, Mario bereaksi dengan mengasingkan dirinya dari orang lain. Itu yang terjadi sebelum pertandingan melawan Irlandia," jelas Silvia.

"Kami sempat berjuang untuk mengontaknya dan dia tak menjawab pesan kami. Itulah sebabnya, saya menangis bahagia. Dua gol itu sangat luar biasa dan terjadi di pertandingan penting. Itu telah membaskan dia, karena bakat dan kegeniusannya telah keluar. Dia akhirnya mampu membuktikan apa yang ingin ia lakukan," jelasnya.

Mario Balotelli keturunan Ghana. Dia diadopsi keluarga Balotelli saat masih berusia dua tahun. Dia amat dekat denan kedua orang tua angkatnya. Bahkan, dia sering menceritakan kemenangan kepada mereka, terutama kepada ayahnya, Franco Balotelli. Namun, Franco sudah amat tua dan tak bisa sering-sering menyaksikan Balotelli bertanding.

"Ini juga sangat sulit baginya untuk memeluk saya seperti itu di depan banyak orang. Seperti halnya anak muda lainnya, dia (Balotelli) agak malu terlihat dengan ibunya. Tapu, di momen seperti itu, dia kelwat bahagia. Dia berbisik di telinga saya agar saya membawa ayahnya ke Kiev. Saya kemudian pulang ke Italia dan kami berdua akan berada di sana, Minggu," janjinya.

Italia akan melawan Spanyol di final Piala Eropa 2012 di Kiev, Minggu atau Senin (2/7/2012) dini hari WIB.

Silvia agak menyesalkan tindakan Balotelli melepaskan baju, setelah mencetak gol kedua. Namun, dia bisa memahami psikologinya.

"Dia sangat kesal kepada siapa pun yang mengkritiknya karena tidak melakukan selebrasi kala mencetak gol. Maka, dia memutuskan untuk mencari cara lain dalam merayakan gol," jelas Silvia.

"Anak saya sering mengatakan bahwa ia buka arogan, tapi dia merasa dia memiliki sesuatu yang spesial. Itu yang sering ia katakan," tambahnya.

Menurut La Gazzetta dello Sport, ayah angkat Balotelli, Franco, tak hanya akan menyaksikan anaknya bertanding lawan Spanyol. Ia juga akan membawa beberapa potong coklat. Ini sudah menjadi kebiasannya memberi hadiah coklat kepada Balotelli ketika dia masih kecil.

Silvia juga menyatakan terima kasih kepada Pelatih Italia, Cesare Prandelli. Sebab, dia memberi kesempatan kepada anaknya bertanding di Piala Eropa dan membuktikan kemampuannya.

"Prandelli adalah orang baik dan dia telah mengajarkan banyak hal penting kepada anak saya. Maka, saya meneleponnya untuk mengucapkan terima kasih," terang Silvia.


Via: Balotelli Menangis Bersama Ibunya

Euro 2020 Digelar di Seluruh Eropa


KIEV, KOMPAS.com - Presiden Uni Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA), Michel Platini, mengajukan usul ekstrem. Menurutnya, akan menarik jika Piala Eropa 2020 nanti digelar di beberapa negara di Eropa.

"Ini hanya ide. belum ada kepastian. Pada Desember (2012) atau Januari (2013) kami akan memutuskan apakah Piala Eropa akan digelar di satu negara, dua negara, atau bahkan di beberapa negara di Eropa," kata Platini pada temu pers di Kiev, Ukraina, Sabtu (30/6/2012).

Piala Eropa akan merayakan ulang tahun ke-60 pada 2020 nanti. gelaran Euro 2020 itu bisa digelar di 12 atau 13 kota di beberapa negara di Eropa. Sehingga, panitia tidak lagi dipusingkan soal kesiapan infrastruktur, karena tuan rumah akan dipilih di kota-kota yang memiliki infrastruktur terbaik.

Sejauh ini, sudah ada beberapa negara yang mengajukan diri sebagai tuan rumah Piala Eropa 2020. Mereka antara lain Turki, Irlandia, juga Skotlandia dan Wales. (AFP)


Via: Euro 2020 Digelar di Seluruh Eropa

Spanyol Sudah Tambal Semua Lubang


KIEV, KOMPAS.com - Ada lubang yang harus ditambal Spanyol jika mereka ingin sukses meraih tiga gelar prestisius: juara Piala Eropa 2008, Piala Dunia 2010, dan Piala Eropa 2012. Lubang yang bisa menjadi pintu kemenangan Italia di final, Minggu (1/7), adalah tampil dengan strategi yang sulit dibaca dan improvisasi pemain di lapangan hijau.

Bek Spanyol Sergio Ramos mengakui, tim Matador sulit menerka strategi yang bakal diterapkan skuad Italia. Spanyol berjumpa Italia pada babak penyisihan Grup C dengan skor 1-1 tiga pekan lalu. Pada pertandingan itu, Italia memasang pola 3-5-2. Dengan pola itu, serangan yang dilancarkan Spanyol dapat diredam Italia.

Namun, pada laga final melawan Spanyol, tampaknya Italia akan kembali ke pola klasik 4-3-1-2 seperti yang mereka pakai untuk melibas Jerman.

Italia senang mengubah-ubah pola permainan. Gaya permainan mereka di setiap pertandingan tidak pernah sama, kata Ramos, bek klub Real Madrid.

Ramos mengungkapkan, pemain Spanyol tidak akan bermain dengan nafsu menggelegak demi mengejar gelar juara. Sebaliknya, mereka akan bermain tenang sambil mempelajari strategi lawan.

Kami tidak akan terlalu ambil pusing dengan strategi Italia. Kita tunggu dan lihat saja pertandingan hari Minggu nanti. Italia boleh saja gonta-ganti strategi, tetapi Spanyol tidak gentar, ujarnya.

Andres Iniesta menuturkan, permainan Spanyol pasti berkembang jika lawan tidak bermain dengan bertahan total. Ucapan Iniesta itu jelas menyindir Italia yang tersohor dengan pertahanannya yang sulit didobrak.

Waspadai Balotelli

Kubu Spanyol mewaspadai Mario Balotelli yang sedang mengganas. Salah satu kunci kesuksesan Italia hingga mereka sampai ke final Piala Eropa 2012 adalah berkat Balotelli.

Menurut Cesc Fabregas, Balotelli merupakan pemain yang luar biasa. Kecerdikan pemain Manchester City itu dengan mencetak dua gol yang menghancurkan Jerman di semifinal adalah bukti nyata.

Balotelli adalah ancaman Spanyol, begitu juga Antonio Cassano dan penyerang lain Italia, kata pemain tengah Barcelona itu.

Italia memiliki segudang pemain yang digembleng di klub papan atas Liga Italia. Italia adalah tim dengan kemampuan pemain yang merata di semua lini.

Kubu Spanyol belum lepas dari kritik mengenai penampilan mereka yang kehilangan gaya Spanyol saat menghadapi Portugal di semifinal. Ciri khas sepak bola Spanyol, yaitu permainan tiki-taka yang cantik, tidak muncul. Penonton justru disuguhi permainan membosankan.

Keputusan Pelatih Vicente del Bosque yang membongkar pasang pemain depan saat melawan Portugal mengundang hujatan. Masalah bongkar pasang pemain depan hanya diributkan oleh media. Kami tampil lebih baik dengan variasi lini depan, kata Del Bosque. Pelatih berumur 61 tahun itu harus membuktikan bahwa Spanyol memang layak menjadi juara. (AP/AFP)


Via: Spanyol Sudah Tambal Semua Lubang

Lorenzo Puas Start Ketiga


Assen - Jorge Lorenzo mengaku kegagalannya meraih pole diakibatkan kesalahannya sendiri. Meski begitu ia tetap puas dengan start ketiga yang didapat sekaligus optimistis bisa meraih hasil bagus.

Lorenzo sebenarnya mengawali sesi kualifikasi di sirkuit Assen, Jumat (29/6) malam WIB dengan sangat baik di mana ia leading catatan waktu dibanding pebalap lain, termasuk Casey Stoner dan Dani Pedrosa.

Namun, kesalahan di lap terakhir kualifikasi membuatnya harus rela disalip catatan waktunya oleh Stoner dan Pedrosa. Alhasil pole pun diraih Stoner dan Lorenzo harus start di posisi ketiga.

Gap dengan Stoner boleh dibilang cukup jauh yakni 0,288 detik dan Lorenzo menyebut kesalahan saat menikung di lap terakhir menyebabkan posisi pole melayang.

"Hari ini hujan membuat kami kesulitan di pagi dan sore hari. Akhirnya kami bisa mendapat kecepatan maksimal di lima menit terakhir untuk mendapat pole position," ungkap Lorenzo di Autosport.

"Saya mencoba dua lap. Di lap terakhir saya sangat cepat tapi terlalu telat mengerem di tikungan jadi saya kehilangan sepersekian detik dan saya tidak mampu meraih pole position. Tapi posisi ketiga adalah posisi bagus untuk memulai balapan nanti," lanjutnya.

Lorenzo dalam tiga race terakhir selalu menang dan membuat selisih poin dengan Stoner menjadi 25 angka. Meski posisi start tak bagus dan memungkinkan Stoner untuk meraih kemenangan, namun Lorenzo tak begitu peduli dan memilih fokus tampil maksimal saat balapan.

"Hal yang terpenting adalah bisa menyelesaikan balapan dan mendapat poin serta punya feeling yang bagus dengan motor. Sepertinya kami punya itu pada balapan akhir pekan ini, jadi kita lihat saja," tutup Lorenzo.


Via: Lorenzo Puas Start Ketiga

Tim Kapinis Bandung Memimpin Kejurnas Arung Jeram Muaraenim


Muaraenim - Tim Kapinis II Bandung untuk sementara memimpin di hari pertama Kejurnas Arung Jeram di Sungai Enim, Bedegung, Kabupaten Muaraenim, Sumatera Selatan, Sabtu (30/6/2012).

Ini diraih setelah mereka menjadi yang tercepat pada nomor sprint dengan catatan waktu satu menit 7,477 detik. Tim kedua yang meraih catatan waktu terbaik adalah Kapinis I Bandung dengan 01:08,943, serta BRC Boogie Banten dengan catatan waktu 01:09,230 di peringkat ketiga.

Pada hari pertama ini digelar dua nomor yakni sprint dan head to head. Saat sprint, sejumlah peserta mengalami kesulitan saat memasuki pertengahan jalur lomba, lantaran arus tipis dan terdapat dua batu besar. Banyak perahu peserta tersangkut beberapa detik.

Syukurlah kami lolos dari jalur itu, kata Wawan Purwana, manajer tim Kapinis Bandung, kepada detikcom, Sabtu (30/06/2012).

"Arung Sumsel 2012" diikuti 16 tim dari sejumlah daerah di Indonesia, berlangsung sampai 3 Juli.





Via: Tim Kapinis Bandung Memimpin Kejurnas Arung Jeram Muaraenim

Lucio Tinggalkan San Siro


MILAN, KOMPAS.com - Bek Lucio dan Inter Milan bersepakat memutus kontrak kerja sama, yang baru akan berakhir pada 30 Juni 2014, Jumat (29/6/2012).

"Inter Milan mengumumkan dokumen yang berkaitan dengan pembatalan kontrak Lucio yang disepakati bersama telah dikirimkan ke kantor Lega Serie-A," ujar Inter.

"Bek asal Brasil itu, yang kontraknya berlaku hingga 30 Juni 2014, telah membela Inter di laga kompetitif sebanyak 136 kali dan mencetak 5 gol."

"Bersama klub ini, ia meraih satu scudetto, dua Piala Italia, satu Piala Super Italia, satu medali Liga Champions, dan satu medali Piala Dunia Antarklub."

"Semua orang di Inter mengucapkan salam perpisahan yang hangat kepada Lucio dan keluarganya," demikian pernyataan Inter.

Lucio didatangkan Inter dari Bayern Muenchen pada 2009. Menurut pemberitaan di Italia, Lucio mendapat tawaran dari Fenerbahce.


Via: Lucio Tinggalkan San Siro

Roma Tuntaskan Transfer Marquinho


ROMA, KOMPAS.com - AS Roma telah menyelesaikan transfer gelandang Marco Antonio de Mattos Filho (Marquinho) dari Fluminense, Jumat (29/6/2012). Marquinho dan Roma menyepakati kontrak hingga 30 Juni 2016.

Roma meminjam Marquinho pada Januari lalu dengan opsi transfer permanen pada akhir musim 2012-2013. Nilai transfer permanen Marquinho 3,5 juta euro dan itu pembayaran akan dilakukan dalam dua tahap.

Untuk tahap pertama, Roma akan membayar dua juta euro pada 10 Juli 2012. Dan pembayaran tahap kedua akan dilakukan paling lambat 10 Juli 2013.


Via: Roma Tuntaskan Transfer Marquinho

Redknapp: Dengan Villas-Boas, Tottenham Masuk 4 Besar


Harry Redknapp mengatakan, Tottenham Hotspur akan finis di empat besar Premier League jika dilatih Andre Villas-Boas dan mempertahankan skuad saat ini.

Posisi pelatih di Tottenham masih lowong sejak ditinggal Redknapp, 14 Juni lalu. Villas-Boas sendiri juga belum bekerja lagi sejak meninggalkan Chelsea, 4 Maret silam.

Menurut pemberitaan di Inggris, Andre villas-Boas menginginkan pekerjaan itu dan begitu juga dengan Tottenham. Villas-Boas disebut siap melupakan White Hart Lane jika Tottenham mempertimbangkan calon lain.

"Ia pernah melatih tim Inggris. Ia pernah di Chelsea. Segala yang dilakukannya tak berjalan baik (di Chelsea). Ketua Tottenham (Daniel Levy) merasa Villas-Boas bisa menangani Tottenham. Ia tentunya punya pemain-pemain yang dibutuhkan," ujar Redknapp.

"Menurut saya, Tottenham memiliki pemain untuk finis di zona empat besar setiap tahunnya dan meraih gelar. Itu pendapat saya. Mereka punya pemain yang mereka perlukan," lanjutnya.

Lebih jauh, Redknapp mengatakan, Tottenham harus mempertahankan Modric atau menjualnya dengan harga tinggi.

"(Jika Modric pergi), itu adalah masalah besar. Ia tak tergantikan. Namun, jika mereka mendapatkan uang banyak, mereka bisa membeli tiga atau empat pemain dan meningkatkan tim di lini yang lain," tambahnya.


Via: Redknapp: Dengan Villas-Boas, Tottenham Masuk 4 Besar

Friday, June 29, 2012

Sebanyak 16 Tim Mengikuti Kejurnas Arung Jeram di Muaraenim


Muaraenim - Sebanyak 16 tim mengikuti Kejurnas Arung Jeram "Arung Sumsel 2012" yang digelar di Bedegung, Kabupaten Muaraenim, Sumatera Selatan, 30 Juni-3 Juli 2012.

Saat ini ke-16 tim sudah berada di lokasi dan mulai mencoba arus di huluan Sungai Enim yang menjadi lokasi perlombaan.

Ke-16 peserta itu antara lain berasal dari Banten, Bandung, DKI Jakarta, Bengkulu, Palembang, Muaraenim, Medan, dan Tapanuli.

"Kejurnas ini selain untuk memasyarakat olahraga arung jeram, mengingat begitu banyaknya lokasi olahraga ini di Indonesia, juga menjadi ajang pembinaan, dan promosi pariwisata," kata Ahmad Rapanie Igama selaku ketua panitia pelaksana kepada detikcom, Jumat (29/06/2012).

Ada beberapa jenis lomba yang digelar dalam kejurnas ini yakni sprint dengan jarak 800-1.000 meter; head to head yakni lomba kecepatan secara simultan dengan jarak 800-1.000 meter; slalom atau lomba kecepatan dan keterampilan tim dengan jarak tempuh 1.000 meter; serta down river yakni lomba kecepatan dan keterampilan dalam jarak tempuh 3-5 kilometer.

Kejuaraan yang digelar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Pemerintah Kabupaten Muaraenim, dan Federasi Arung Jeram Indonesia
Via: Sebanyak 16 Tim Mengikuti Kejurnas Arung Jeram di Muaraenim